CIRI KHAS KOTIM

Tari Giring Giring

            Tari Giring-giring adalah salah satu tarian daerah Kalimantan tengah dan kabupaten Bartim pada khususnya. Tarian ini dipopulerkan oleh kalangan suku Dayak Ma’anyan.

 GambarRIR

Tarian tradisional ini biasanya ditarikan dalam acara-acara bergembira, menyambut tamu dan juga sebagai selingan pada pesta-pesta atau acara tertentu. Selain itu, tari Giring-giring ini juga digunakan sebagai tarian pergaulan di kalangan muda-mudi.

Giring-giring terbuat dari bambu tipis (telang) yg diisi dengan biji “piding” sehingga menghasilkan suara yg ritmis dengan alunan kangkanong (gamelan) oleh penarinya.

Cara menarinya yaitu dengan menghentakkan satu tongkat ke lantai yang dipegang di tangan kiri dan di tangan kanan memegang bambu yang di dalamnya berisi kerikil sambil digoyang-goyang agar mendapatkan bunyi, sedangkan kaki maju mundur mengikuti irama lagu. Keserasian dari gerakan tangan dan kaki itulah yang menimbulkan keindahan dan menjadi daya tarik untuk menontonnya.

Rumah Betang atau Rumah Panjang

   Rumah Betang atau Rumah Panjang merupakan rumah panggung yang dibangun dengan tinggi tiang sekitar 2 meter. Rumah ini dihuni oleh belasan rumah tangga yang terdiri dari 100-150 orang dan setiap ruangan didalam rumah dibatasi oleh sekat-sekat. Pada halaman rumah betang terdapat sapundu, yaitu sebuah patung berbentuk manusia dan berfungsi sebagai tempat untuk mengikat hewan yang akan dikurbankan pada acara ritual upacara adat.GambarGambar

PERISAI ( TAMENG ) DAYAK

            dan ukiran-ukairan yang ada pada perisai pada masanya, sangatlah jarang ditemukan karena fungsi dari perisai tersebut Perisai dayak merupakan suatu alat pertahanan diri bagi suku dayak, sehingga sebenarnya bentuk sebagai alat pertahanan diri sewaktu diserang, namun sekarang perisai lebih digunakan sebagai hiasan atau pajangan di rumah dan sekaligus sebagai identitas si empunya, namun tak jarang pula perisai ini di pajang karena si empunya menyukai keindahan dari perisai tersebut walaupun dia bukanlah seorang dayak, untuk memperlihatkan makna perisai yang sebenarnya dibuatlah ukiran-ukiran yang menarik dan memiliki arti, bahkan ada pula yang berpendapat ukiran pada perisai memiliki makna mistis sehingga ukiran yg terkandung pada perisai tersebut mampu melindungi pemakainya, atas dasar inilah perisai sangat disukai.Gambar

Mandau

                          kemanapun ia pergi mandau selalu dibawanya karena mandau juga berfungsi sebagai simbol seseorang (kehormatan dan jatidiri). Sebagai catatan, dahulu  Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti: perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara.

                          Mandau dipercayai memiliki tingkat-tingkat kampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu (sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya sebagian digunakan untuk menghias gagangnya. Mereka percaya bahwa orang yang mati karena di-kayau, maka rohnya akan mendiami mandau sehingga mandau tersebut menjadi sakti. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi serta senjata untuk berburu, memangkas semak belukar dan bertani.Gambar

Fungsi Mandau
A. Sebagai senjata dan benda pusaka

B. Sebagai perlengkapan kesenian

C. Sebagai perlengkapan pakaian

D. Sebagai peralatan upacara

E. Sebagai alat kerja

Makanan Tradisional Khas Kalimantan Tengah

Rotan Muda Makanan Khas Masyarakat Dayak  Kalimantan Tengah

                          Batang rotan yang biasanya dijadikan bahan baku untuk membuat meubel maupun kerajinan tangan, seperti tikar lampit, ternyata bagi masyarakat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, justru menjadi makanan khas, terutama rotan muda untuk disayur.

                         Gambar Untuk membuat makanan khas dayak ini, rotan terlebih dulu dibersihkan, kemudian kulitnya dibuang, dan bagian dalam yang agak lunak dipotong-potong ukuran kecil, agar memenuhi selera pengudapnya. 

                          Makanan khas sayur rotan ini dapat dijumpai di restoran atau rumah makan khas Kalteng, karena selain sulit untuk mendapatkan bahan baku rotan muda, sebagian warga jarang membuatnya, kecuali warga dari daerah pedalaman.

Rotan muda biasanya mudah didapati di kawasan hutan atau di tepian sungai, dan menurut dia, cara memasaknya pun cukup sulit, karena terlebih dulu harus dibersihkan dari duri-durinya. 

Sayur rotan atau masakan khas Dayak itu biasanya saat dimasak dicampur dengan terong asam, ubi keladi yang telah dipotong-potong, dan dicampur bumbu-bumbu sayuran. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s